Barcelona: Klub Sepak Bola Dimiliki Suporter dengan Model Socios
Aspek News - Barcelona dikenal sebagai salah satu klub sepak bola paling bergengsi di dunia. Forbes 2025 menempatkan klub Katalonia ini di peringkat ketiga klub sepak bola paling bernilai secara global, di bawah Real Madrid dan Manchester United.
Dengan koleksi lima trofi Liga Champions, Barcelona berpotensi menjadi sumber keuntungan besar bagi pemiliknya. Namun, klub ini memiliki keunikan tersendiri, yakni kepemilikannya yang tidak berada di tangan individu, perusahaan, atau konsorsium seperti klub elite Eropa pada umumnya.
Read Also
Inter Milan Lolos Semifinal Piala Italia Usai Tekuk Torino 2-1, Rotasi Berbuah Hasil
Barcelona menerapkan model kepemilikan berbasis suporter. Klub ini dimiliki oleh para anggota yang disebut sebagai socios, bukan oleh korporasi atau investor.
Untuk menjadi socio, penggemar cukup membayar iuran tahunan sebesar 225 euro. Anggota yang telah bergabung selama 40 tahun berturut-turut dan berusia di atas 65 tahun dibebaskan dari kewajiban membayar iuran.
Pada 2025, jumlah socios Barcelona tercatat lebih dari 140.000 orang. Angka ini sempat turun menjadi 133.000 pada 2023 setelah sensus dan pembersihan anggota tidak aktif, namun meningkat lagi dengan penambahan 10.619 anggota baru pada musim 2024/25.
Read Also
Edin Dzeko Berpeluang Gabung Ronaldo dan Modric di Piala Dunia
Selain Barcelona, klub lain yang menerapkan model serupa adalah Real Madrid, Borussia Dortmund, Bayern Munchen (sebagian besar), Athletic Club, Panathinaikos, serta beberapa klub Amerika Selatan seperti Corinthians, Flamengo, Palmeiras, River Plate, dan hampir seluruh klub Argentina.
Socio dapat diartikan sebagai "mitra," yaitu kelompok suporter yang secara kolektif menjadi pemilik klub. Para socios memiliki hak pilih untuk menentukan arah klub, termasuk memilih presiden dan dewan direksi.
Presiden Barcelona saat ini, Joan Laporta, merupakan hasil pilihan para socios. Ini adalah periode keduanya menjabat sebagai presiden. Laporta pertama kali memimpin Barcelona pada 2003 hingga 2010, masa yang identik dengan penunjukan Pep Guardiola sebagai pelatih dan munculnya era keemasan Lionel Messi.
Setelah sempat terjun ke dunia politik Katalonia, Laporta kembali terpilih sebagai presiden pada 2021. Pemilihan berikutnya dijadwalkan berlangsung Maret tahun ini.
Barcelona selalu dikelola oleh socios sejak berdiri. Model ini tetap dipertahankan saat undang-undang Spanyol pada 1992 mewajibkan klub profesional menjadi perusahaan terbatas.
Barcelona dan Real Madrid lolos dari aturan tersebut dengan memanfaatkan celah hukum setelah membuktikan keuntungan finansial selama lima tahun berturut-turut.
Selain hak pilih, socios mendapat prioritas dalam pembelian tiket pertandingan. Dalam struktur organisasi, seluruh anggota memilih Majelis Anggota yang beranggotakan sekitar 2.000 orang.
Badan ini memiliki kewenangan besar, mulai dari menyetujui anggaran klub, memberikan sanksi kepada presiden, hingga mengesahkan pengambilan pinjaman. Anggota majelis menjalani masa jabatan selama empat tahun.
Cara Menjadi Socio Barcelona
Proses menjadi socio Barcelona tergolong mudah dibandingkan dengan rival abadinya, Real Madrid. Calon anggota cukup mengisi formulir, baik secara daring maupun langsung, dan membayar iuran tahunan.
Aturan masa tunggu tiga tahun yang sebelumnya berlaku telah dihapus di era kepemimpinan Laporta. Barcelona tidak mewajibkan rekomendasi dari anggota lama dan tidak membatasi jumlah socios, berbeda dengan Real Madrid yang memiliki kuota terbatas dan daftar tunggu panjang.
Status keanggotaan bersifat tidak dapat dipindahtangankan. Nomor anggota tidak bisa dijual, diwariskan, atau dialihkan. Satu-satunya cara untuk berhenti menjadi socio adalah mengundurkan diri atau meninggal dunia.
Joan Laporta, Presiden Barcelona
Hingga Februari 2026, Joan Laporta masih menjabat sebagai presiden Barcelona. Ia terpilih kembali pada 2021, menggantikan Josep Bartomeu yang mengundurkan diri pada 2020 akibat krisis keuangan klub dan konflik dengan Lionel Messi.
Laporta menjalani masa jabatan lima tahun, yang dipangkas dari enam tahun atas inisiatifnya sendiri. Pemilihan presiden dan dewan direksi harus kembali digelar tahun ini. Laporta memutuskan menggelar pemilihan di tengah musim. Referendum dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret, sementara sesuai statuta klub, Laporta dan sejumlah anggota dewan akan mundur sementara pada 9 Februari untuk memberi jalan bagi kampanye kandidat.
Kondisi Keuangan Barcelona Saat Ini
Barcelona masih dibebani utang besar meski telah melewati fase terburuk dari krisis keuangan. Klub diperkirakan memiliki utang sekitar 1,5 miliar euro (sekitar Rp29,9 triliun), sebagian besar terkait renovasi Stadion Camp Nou.
Barcelona berharap pemasukan dari stadion baru dapat menyehatkan keuangan klub dalam jangka panjang. Namun, tekanan finansial masih terasa. Bendahara klub menyebutkan pada Januari 2026 bahwa total kewajiban Barcelona masih sekitar 2,5 miliar euro (Rp49,8 triliun).
The New York Times menggambarkan strategi Laporta sebagai upaya "membelanjakan diri untuk keluar dari krisis."
Sumber: Sporting News
Barcelona liga spanyol sepak bola Eropa socios
Share
Related posts
05 May 2026
Jorge Martinez Aspar Pastikan Dani Holgado dan David Alonso ke MotoGP
30 Apr 2026
Pefindo Naikkan Peringkat Kredit Wijaya Karya Menjadi id B
11 Mar 2026
APBN Defisit Rp 135,7 Triliun di Awal 2026, Ini Kata Menkeu
25 Mar 2026
MU Pastikan Stadion Baru Rp45 Triliun Tanpa Dana Publik
14 Mar 2026
Maarten Paes Dipastikan Tetap Jadi Kiper Utama Ajax
31 Mar 2026
Marin Petkov Dinobatkan Pemain Terbaik FIFA Series 2026 di Indonesia
No Comments
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Comment *
Name *
Email *
Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.




