Bank NTT Siapkan Rp350 Miliar untuk KUR Fokus UMKM dan Pekerja Migran 2026
Bank NTT kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar pada 2026. Fokus penyaluran KUR Bank NTT ini untuk UMKM dan pekerja migran, simak detailnya!
18:01:51
Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah merencanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026. Total kuota yang disiapkan mencapai Rp350 miliar, dengan fokus utama untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta skema khusus bagi pekerja migran.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menjelaskan bahwa penyaluran KUR sempat terhenti karena adanya kredit bermasalah yang cukup besar. Namun, dengan kuota baru ini, Bank NTT siap kembali berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Program ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi sektor UMKM dan memberikan akses permodalan yang sangat dibutuhkan oleh calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari NTT.
Detail Alokasi dan Target Debitur
Charlie Paulus merinci alokasi KUR tahun 2026 tersebut. Dari total Rp350 miliar, sebesar Rp100 miliar akan dialokasikan untuk KUR mikro, yang ditujukan bagi usaha berskala kecil dengan kebutuhan modal terbatas. Kemudian, Rp200 miliar disiapkan untuk KUR kecil, yang menyasar UMKM dengan skala usaha yang lebih besar.
Selain itu, terdapat alokasi khusus sebesar Rp50 miliar untuk KUR penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Bank NTT menargetkan sekitar 3.450 debitur baru KUR pada 2026 di wilayah NTT.
Khusus untuk KUR penempatan PMI, target debitur yang ingin dicapai adalah sedikitnya 1.000 orang. Ini menunjukkan komitmen Bank NTT dalam mendukung sektor pekerja migran yang memiliki potensi besar di NTT.
ADVERTISEMENT
Dukungan untuk Pekerja Migran Indonesia
Program KUR PMI menjadi kesempatan yang sangat baik mengingat tingginya jumlah pekerja migran asal NTT. Melalui skema ini, calon pekerja migran dapat memperoleh pembiayaan dengan bunga yang sangat rendah, yakni sekitar 6 persen per tahun.
Plafon pinjaman yang ditawarkan juga cukup besar, hingga Rp100 juta per individu. Pembiayaan ini sangat krusial karena calon pekerja migran memerlukan dana untuk berbagai keperluan seperti pelatihan, pembayaran biaya visa, tiket pesawat, serta biaya hidup sementara di negara tujuan sebelum mereka mendapatkan penghasilan.
Charlie Paulus menegaskan bahwa KUR bukanlah bantuan cuma-cuma, melainkan pinjaman yang harus dikembalikan. Ini merupakan bentuk dukungan akses permodalan berbunga rendah untuk membantu mereka mandiri secara finansial.
ADVERTISEMENT
Strategi Bank NTT untuk Graduasi Debitur
Bank NTT memandang KUR sebagai 'doping' bagi pengusaha yang masih lemah agar dapat tumbuh dan berkembang. Harapannya, suatu saat UMKM tersebut akan meningkat menjadi pengusaha yang kuat dan tidak lagi bergantung pada KUR.
Pemerintah memiliki anggaran terbatas, sehingga UMKM yang sudah mapan diharapkan tidak lagi memanfaatkan KUR agar pembiayaan dapat dialihkan kepada pelaku usaha lain yang lebih membutuhkan. Tujuan akhir dari program KUR adalah mempersiapkan UMKM agar mampu bersaing di pasar kredit komersial.
Untuk mencapai tujuan ini, Bank NTT berkomitmen mendorong debitur melakukan graduasi mandiri. Ini dilakukan melalui pembatasan akses KUR bagi sektor perdagangan non-ekspor setelah empat kali pinjaman, serta peningkatan efisiensi usaha melalui skema bunga yang kompetitif dan terukur. Bank NTT juga memberikan insentif kepada pelaku UMKM yang berhasil bertransformasi menjadi debitur graduasi mandiri.
Sumber: AntaraNews
ADVERTISEMENT




