Bank BJB Luncurkan Transformasi Digital untuk Meningkatkan Layanan dan Keamanan
Sumber Foto: SWA.co.id
Teknologi

Bank BJB Luncurkan Transformasi Digital untuk Meningkatkan Layanan dan Keamanan

Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan bagi industri perbankan, melainkan menjadi kebutuhan mutlak untuk bertahan dan berkembang di era disrupsi teknologi yang begitu cepat. Bank BJB, sebagai salah satu bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia, menjawab tantangan ini dengan melakukan transformasi digital secara menyeluruh dan berkelanjutan sejak 2018.

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di tengah gempuran layanan keuangan digital dari berbagai entitas nonbank. Upaya ini juga berangkat dari kebutuhan mendesak masyarakat yang menuntut layanan perbankan yang cepat, aman, dan serba digital.

Manajemen Bank BJB dalam jawaban tertulisnya menjelaskan, transformasi ini dimulai dari kesadaran akan perubahan perilaku konsumen sejak masa pandemi. Kebiasaan baru masyarakat yang lebih mandiri dan mengandalkan kanal digital untuk aktivitas finansial menjadi pemicu utama.

Visi Bank BJB untuk menjadi “Bank Pilihan Utama Anda” mengarah pada misi besar untuk memberikan layanan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga inklusif. Melalui digitalisasi, Bank BJB ingin menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas, memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, dan memastikan posisinya tetap relevan dalam lanskap industri keuangan nasional.

Peta-jalan transformasi digital Bank BJB dibagi ke dalam tiga fase utama. Periode 2018-2020 menjadi fondasi awal, ditandai dengan pembentukan direktorat khusus yang menangani digitalisasi dan peluncuran produk digital seperti bjb Digi dan DigiCash.

Fase kedua, 2021-2022, berfokus pada penguatan infrastruktur teknologi informasi (information technology /IT), seperti kerjasama dengan DCI (data center Tier 4), adopsi teknologi cloud dari Amazon dan Alibaba, serta pengembangan fitur mobile banking dan QRIS.

Memasuki periode 2023-2025, Bank BJB meluncurkan layanan smart mobile banking dan produk digital loan untuk ASN bernama KGB Pisan. Juga mulai menerapkan teknologi berbasis AI serta data analitik secara komprehensif.

Perubahan ini tidak sebatas pada pengembangan produk dan layanan digital. Bank BJB juga memodernisasi infrastruktur TI untuk memastikan layanan tetap andal dan aman.

Kini, uptime achievement dari sistem Bank BJB mencapai 99,98%, mencerminkan stabilitas dan keandalan operasional yang tinggi. Untuk aspek keamanan data nasabah,

Bank BJB menerapkan Data Loss Prevention (DLP) dan Database Encryption serta melakukan penilaian maturitas keamanan siber yang hasilnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini membuktikan bahwa keamanan informasi menjadi prioritas utama yang selaras dengan regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Pengadopsian teknologi baru pun dilakukan secara progresif. Bank BJB kini menggunakan Generative AI untuk kebutuhan internal knowledge base, big data untuk analisis perilaku nasabah dan tren pasar, serta robotic process automation (RPA) untuk mempercepat proses operasional. Inovasi lain yang dikembangkan termasuk perluasan kanal layanan digital melalui API berstandar SNAP dari Bank Indonesia serta pemanfaatan sistem digital untuk pelatihan karyawan seperti aplikasi Elbu dan sistem Human Capital Services Mobile.

Transformasi digital ini ditopang oleh kepemimpinan direksi yang memiliki peran strategis dalam menetapkan arah perubahan. Direksi memastikan ketersediaan sumber daya, membangun budaya inovasi, dan mendorong kolaborasi lintas divisi.

Tata kelola transformasi dijalankan oleh tim khusus yang terdiri dari Divisi DDB, IT, dan IT Security, yang memiliki tanggung jawab mulai dari merancang strategi hingga mengawasi implementasi dan keamanan data. Karyawan juga dibekali dengan program reskilling dan upskilling, termasuk perekrutan talenta digital baru, agar mampu mengikuti dinamika teknologi yang cepat berubah.

Dalam hal eksekusi, transformasi ini tidak lepas dari prinsip monitoring dan evaluasi yang ketat. Evaluasi dilakukan secara berkala setiap enam bulan oleh Divisi Change Management Office, yang memantau seluruh indikator dan mengambil tindakan korektif bila diperlukan. Misalnya, jika ditemukan penurunan penggunaan aplikasi atau isu keamanan, segera dilakukan penyempurnaan untuk menjaga efektivitas program.

Hasil transformasi ini sangat nyata dan dapat diukur. Salah satunya, peningkatan pengguna mobile banking DIGI, dari 1,6 juta user pada Desember 2023 menjadi 2,1 juta user pada Desember 2024, atau tumbuh 31,25%. Nilai transaksinya pun meningkat 22,8%, dari Rp 19,8 triliun menjadi Rp 24 triliun.

Di sisi lain, penggunaan ATM menurun drastis, baik dari segi nilai transaksi (dari Rp 13,6 triliun di 2022 menjadi Rp 10,1 triliun di 2024) maupun frekuensi transaksi (hanya 13 juta dibandingkan 82 juta transaksi di DIGI). Ini mencerminkan keberhasilan digitalisasi dalam menggeser kebiasaan nasabah dari layanan fisik ke digital.

Transaksi QRIS merchant juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 24,9% year-on-year, dari 983 ribu pengguna pada akhir 2023 menjadi 1,2 juta pada akhir 2024. Artinya, Bank BJB berhasil mendorong adopsi ekosistem pembayaran digital yang lebih luas, bahkan hingga ke level merchant.

Dampak lainnya adalah peningkatan efisiensi dan akurasi layanan berkat otomatisasi yang didorong oleh artificial intelligence (AI), big data analytics, dan robotic process automation (RPA). Keputusan bisnis pun kini lebih berbasis data karena pemanfaatan big data analytics, sehingga lebih tepat sasaran.

Transformasi digital ini juga memberikan dampak positif pada sisi pendapatan non-bunga (fee-based income). Dalam lima tahun terakhir, fee-based income Bank BJB tumbuh signifikan dari Rp 979 miliar pada 2019 menjadi Rp 1,5 triliun pada 2024 atau meningkat 53,4%. Ini menjadi strategi penting untuk mendiversifikasi pendapatan agar tidak terlalu bergantung pada fluktuasi suku bunga yang bisa berdampak pada pendapatan bunga konvensional.

Namun, yang paling penting dari semua ini ialah terbangunnya fondasi budaya digital di internal organisasi Bank BJB. Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana mengubah cara berpikir, bekerja, dan melayani.

Bank BJB telah menanamkan budaya digital yang kuat di antara para pegawai melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur internal, dan sistem kerja yang adaptif. Ke depan, bank ini optimistis dapat menjadi pemain utama dalam ekosistem keuangan digital nasional.

Dengan visi jangka panjang, investasi yang tepat sasaran, serta adopsi teknologi yang terus diperbarui, Bank BJB tidak hanya ingin menjadi yang terdepan di antara BPD lainnya, tetapi juga mampu bersaing dengan bank-bank besar nasional dan entitas fintech.

Transformasi digital bukan tujuan akhir, melainkan sebuah perjalanan panjang yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Bank BJB telah membuktikan bahwa dengan komitmen dan strategi yang jelas, transformasi ini mampu menjadi mesin pertumbuhan baru yang menopang kinerja bisnis dan memperkuat perannya dalam mendorong inklusi keuangan nasional. (*)

Riset: Ayusha Laksmi Sitepu

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.