Aspek Positif Pembangunan Berkelanjutan untuk Masa Depan Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Pembangunan berkelanjutan di Indonesia memiliki tiga aspek penting yang saling terkait, yaitu ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudin Achyak, dalam acara Launching Periode dan Diskusi Publik Energi Nasional di Jakarta.
Aspek Ekonomi
Ali Ahmudin menjelaskan bahwa pemanfaatan pembangunan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi. Dengan mengoptimalkan penggunaan energi baru terbarukan, banyak sektor berusaha untuk menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan dan rendah polusi.
Aspek Lingkungan Hidup
Dalam diskusinya, dia memberikan contoh perbandingan antara penggunaan biomassa dan batu bara. Meskipun keduanya melalui proses pembakaran, dampaknya terhadap lingkungan sangat berbeda. Biomassa berasal dari vegetasi yang dapat diperbaharui, sedangkan batu bara dihasilkan dari bahan yang telah tertimbun selama jutaan tahun.
- Proses pembakaran biomassa menghasilkan karbon dioksida yang lebih dapat dikendalikan oleh lingkungan.
- Sementara itu, pembakaran batu bara menghasilkan polutan yang lebih berbahaya.
Aspek Sosial
Ali juga menyoroti dampak sosial dari penambangan batu bara, yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar lokasi penambangan. Dia menekankan bahwa proses penambangan batu bara tidak dapat mengembalikan kondisi lingkungan ke keadaan semula, berbeda dengan biomassa yang bisa ditanam kembali.
“Apabila terjadi penambangan batu bara, risiko kerusakan lingkungan sangat tinggi. Oleh karena itu, energi terbarukan harus dianggap lebih ramah lingkungan dari sudut pandang lingkungan hidup,” tandasnya.




