ASDP Siapkan Layanan Mudik Lebaran 2026, Tekankan Penanganan Percaloan
Aspek News - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai memantau peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026. Sebagai penghubung utama antar pulau, ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan demi menjamin perjalanan mudik yang lancar, aman, dan nyaman.
Berdasarkan data dari Posko Merak pada periode H-10 hingga H-8, tercatat sebanyak 126.276 orang telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 18,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 155.161 orang.
Penurunan juga terjadi pada sektor kendaraan, di mana tercatat sebanyak 31.390 unit kendaraan menyeberang, atau turun 13 persen dari realisasi tahun lalu sebanyak 36.091 unit.
Sebaliknya, arus dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu pada periode yang sama mencatat 97.385 penumpang, turun 9,4% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, total kendaraan tercatat sebanyak 23.018 unit, menyusut tipis 3,1% dibandingkan realisasi tahun 2025.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan perusahaan telah melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini. Fokus utama perusahaan saat ini adalah penguatan operasional dan optimalisasi fasilitas di setiap pelabuhan.
"Kami terus melakukan berbagai persiapan mulai dari penguatan operasional hingga optimalisasi fasilitas pelabuhan guna memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung tertib dan lancar," ujar Heru dalam keterangannya di Pelabuhan Merak, Senin (16/3/2026).
Selain kesiapan fisik dan infrastruktur, ASDP menaruh perhatian serius pada masalah praktik percaloan tiket yang kerap meresahkan pemudik. Heru Widodo dengan tegas menyatakan akan menindak siapapun yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut, baik dari pihak luar maupun oknum internal.
"Kepada masyarakat, sekali lagi kami mengimbau agar membeli tiket secara online secara mandiri dan jangan melalui perantara," tegas Heru.
Ia menyampaikan sistem pembelian tiket elektronik telah dibangun dan disosialisasikan selama enam tahun terakhir. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan sudah familiar dengan sistem digital tersebut demi keamanan transaksi.
Untuk memberantas praktik percaloan, ASDP menggandeng pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya untuk melakukan pengawasan ketat di wilayah pelabuhan, termasuk Pelabuhan Merak dan Ciwandan.
"Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian akan menindak para calo yang masih beroperasi di wilayah pelabuhan. Kami juga tidak segan menindak oknum petugas yang terbukti menjadi calo, seperti kasus yang pernah terjadi di Pelabuhan Ciwandan," pungkasnya.
Dengan langkah-langkah tegas dan persiapan matang ini, ASDP berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih teratur dan memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh masyarakat. (*)




