AS Luncurkan Serangan Terhadap Iran, Ancaman Jalur Energi Global Meningkat
Aspek News - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap sistem pertahanan pantai dan lokasi rudal Iran, pada Rabu (15/7). Serangan ini dilakukan setelah AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang berpotensi meningkatkan ancaman terhadap jalur ekspor energi di kawasan.
Awal Kejadian
Serangan militer AS dimulai sekitar pukul 06.00 waktu setempat, sesuai pernyataan Komando Pusat Militer AS (CENTCOM). Operasi ini ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Target serangan meliputi sistem pertahanan pantai serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb, dan berlangsung selama sekitar 90 menit. Operasi ini menyusul serangan sebelumnya yang berlangsung selama tujuh jam pada Selasa (14/7), ketika AS mengklaim telah menghantam puluhan target militer di sekitar Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran.
Perkembangan
Menanggapi serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah sasaran militer AS di kawasan, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. IRGC memperingatkan bahwa Iran siap menutup lebih banyak jalur ekspor energi regional, dengan menyatakan bahwa AS harus bersiap menghadapi penutupan seluruh koridor ekspor yang menguntungkan mereka dan sekutunya. Konfrontasi ini semakin memanas sejak Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu (11/7).
Kondisi Terakhir
Konflik yang dimulai setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu telah memicu aksi balasan dari Iran terhadap negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Situasi ini mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Harga minyak mengalami penguatan pada Rabu setelah sebelumnya ditutup di level tertinggi dalam satu bulan. Selain itu, konflik ini telah mengakibatkan ribuan korban jiwa dan jutaan orang mengungsi, terutama di Iran dan Lebanon. Juru bicara pemerintah Iran melaporkan bahwa sedikitnya 30 warga sipil tewas akibat serangan AS di wilayah selatan Iran, sementara militer Iran menyatakan bahwa tujuh personel aktif dan wajib militer tewas dalam serangan yang menghantam pangkalan militer di Bampur.




